Selasa, 10 Januari 2017

Anggota KOPAS Memproduksi Kribo (Kripik Seribo)


Demi Tercapainya salah satu visi kami yaitu "Mahasiswa yang terampil", maka kami mewadahi mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha dimulai dari hal yang sederhana yaitu wirausaha 'Kribo" kripik seriboo. kami menjual produk kami disekitar kantin STAIN Pamekasan.
Dengan adanya program ini, mahasiswa tidak hanya bisa berteori, tidak hanya bisa menyalahkan atau mengkritik orang lain melainkan juga bisa langsung praktik ke lapangan untuk melatih diri menjadi pengusaha yang handal, sehingga ketika nanti keluar dari kampus sudah bisa terbang menjelajahi kehidupan yang nyata di masyarakat.
Perlu diketahui bahwa hasil dari usaha kami ini tidak digunakan untuk pribadi melainkan diberikan kepada masyarakat yang lemah yang sekiranya membutuhkan ulurangan tangan dari kami.

inilah hasil dari produksi kami



Mohon doanya ya semoga usaha kami kedepan semakin maju demi merealisasikan visi utama kami yaitu "Peduli Sesama"

Bersih-Bersih Makam Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial

Meskipun mahasiswa terkenal jaim namun dalam komunitas kami tidak kenal dengan istilah seperti itu, yang penting bagi kami tidak melanggar norma agama dan negara, malah bentuk kepedulian sosial merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh agama.
Untuk kali ini kopas masih melakukan baksos dengan bersih-bersih namun sebentar lagi insyaallah kopas akan melakukan bantuan langsung terhadap fakir miskin, mohon doanya ya..

Banjari Sebagai Wahana Pelestarian Musik Islami dan Pengembangan Bakat


Dalam rangka melestarikan musik islami dan juga sebagai wahana mengembangan bakat mahasiswa, kami melakukan latihan banjari bagi yang minat, kami tidak pernah memaksa mereka untuk ikut semua dalam pelatihan keterampilan ini melainkan secara ikhlas mengikuti program ini. dengan niat yang tulus insyaallah akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
kemarin kami masih berlatih ke Kabupaten Sampang karena tidak adanya pelatih dari Pamekasan, namun kedepanya insyaallah sudah dipindah ke Pamekasan karena pelatihnya sudah ada.

Kajian Keislaman dalam Rangka Memebentuk Mahasiswa Islami


Selain kami bekerja langsung ke lapangan seperti: wirausaha, baksos, kami juga melakukan "kajian Keislaman" untuk membentengi mahasiswa dari pengaruh-pengaruh luar yang masuk ke kampus bahkan yang masuk ke kehidupan sehari-hari. dengan adanya kajian mereka akan mengetahui islam yang sebenarnya, akan menambah keimanan mereka terhadap Allah swt, dan akan mengetahui penting dakwah di jaman globalisasi inii, sehingga akan membentuk mahasiswa yang islami seperti salah satu visi kami KOPAS.

Senin, 09 Januari 2017

Umat Islam Harus Kaya

Ach. Musyaffa'
Mahasiswa STAIN Pamekasan Semester V


Mengapa Umat Islam Harus Kaya?
Barangkali ini adalah hal yang salah menurut pandangan Anda, atau bahkan sesuatu yang tidak layak diucapkan. Namun sebelum Anda berpendapat seperti itu mari simak beberapa ulasan dibawah ini mengapa umat islam harus kaya.
            Ada beberapa alasan mengapa umat islam harus kaya diantaranya:
1. Tangan Diatas Lebih Baik dari Pada Tangan Dibaawah
            Kalau kita pahami sejumlah ayat dan hadits, secara tersirat Islam lebih menyukai umat yang kuat dan kaya dibandingkan yang lemah dan miskin. Kita pernah mendengar ungkapan "Tangan di atas lebih baik dibandingkan tangan dibawah". Ternyata ungkapan itu berasal dari hadits Rasullah saw. "Karena tangan di atas atau yang memberi lebih utama dari tangan di bawah atau yang menerima. Dan muliakanlah dengan orang yang kau tanggung." (Al-Hadits).

Kita pasti sudah mengerti arti hadits di atas bahwa memberi lebih utama dibanding menerima. Lalu, apa yang bisa kita berikan?. Kita bisa memberikan segala hal kepada orang lain yang memerlukan, baik dalam bentuk materi maupun non-materi. Bagaimana mungkin kita bisa memberi jika kita miskin yang tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada orang lain?. Kita harus punya banyak hal agar bisa menjadi yang memberi. Kita harus menjadi kaya ilmu, kaya hati, dan kaya meteri.
Jika kita membaca Al Quran maka ayat-ayat yang berkaitan dengan orang miskin dan kaya selalu menyerukan bahwa orang kaya harus memberi kepada orang miskin. Karena dalam setiap kekayaan yang kita miliki selalu ada hak untuk orang miskin. Maknanya, kita harus mempunyai sesuatu agar bisa membagikan kepada orang lain.  Berapapun yang kita miliki maka sebagiannya menjadi hak orang miskin.
Dalam berbagai literatur Islam, tidak ada satupun ayat atau hadits yang melarang umatnya menjadi orang kaya. Justru Islam mengajak seluruh umatnya agar menjadi kaya dan suka memberi dibanding meminta.  Dalam hal ini pemberi berarti memiliki kedudukan yang lebih dibanding orang yang menerima.  Bagaimana mungkin kita dapat memberi kepada orang lain, sementara untuk diri sendiri saja masih belum cukup.  Makanya secara tidak langsung Allah Swt.  dan Rasulullah saw. mengajak umat Islam menjadi manusia yang berkecukupan dalam hal meterial maupun spiritual. 

Di dalam ajaran agama Islam, setiap orang yang memiliki harta harus memanfaatkannya di jalan mulia, yaitu memberi dan menolong orang lain khususnya orang miskin.  Kekayaan bukan untuk diri sendiri melainkan ada hak orang lain di dalamnya.  Hal yang tidak pantas seorang muslim hanya memanfaatkan harta benda untuk diri sendiri. Ia harus membagikannya kepada orang miskin yang membutuhkannya. Pertanyaannya, siapa yang lebih disukai oleh Allah?  Jawabannya, Allah menyukai orang Islam kaya yang suka memberi dan menolong orang lain.

2. Kemiskinan Sangat Dekat Dengan Kekufuran
Betapa tidak, jaman yang begitu kejamnya sekrang ini betapa banyak orang yang ikut alirasan sesat hanya karena tidak memiliki uang demi kebutuhan sehari-hari? berapa banyak wanita menjual dirinya karena tidak mencukupi kebutuhan sehari-haarinya? Betapa banyak pemuda merampok karena tidak memiliki pendapatan?
Ada beberapa hadits lain yang menyebutkan secara implisit agar umat Islam harus kaya. Hadits Rasulullah saw. ini membuat bulu kuduk merinding, "Sesungguhnya kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran" (Al Hadits). Beliau juga melarang kita untuk bermalas-malasan atau pasrah akan nasib sebagai orang miskin seperti sabdanya : "Setiap muslim harus berusaha sekuat tenaga agar keluar dari kemiskinan dan semakin jauh dari kekufuran" (HR. At-Thabrani)    
"Aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan dan kekufuran" (HR. Abu Daud). 
            Nabi saja memohon kepada Allah berlindung dari kemiskinan dan kekufuran, karena memang keduanya sangat berkaitan, dan saling berhubungan yaitu kebanyakan manusia akan terjatuh kedalam kekafiran akibat miskin.

3. Umat Islam Bisa Memperjuangkan Agama Islam dengan Kekayaan
            Betapa banyak umat islam sekarang gara-gara bekerja kepada non muslim meninggalkan shalatnya karena tidak ada waktu untuk shalat waktu kerja? Betapa banyak umat islam hari ini bekerja dengan non muslim dilarang memakai pakaian muslimah?
            Saatnya umat islam sekarang harus kaya, umat islam harus memiliki perusahaan sendiri yang dikelola dengan islami dan mengajak para kariawan untuk taat beribadah kepada Allah, shalat tepat waktu, memakai pakaian muslimah dan menaati aturan Allah secara benar. Ini merupakan cara paling efektif dan efisien di jaman modern kali ini untuk memperjuangkan agama islam dengan kekayaan. Tidak boleh ekonomi dikuasai oleh orang-orang yang kontra terhadap islam karena mereka menginginkan islam musnah dimuka bumi ini.
            Pandangan dari umat Islam, khususnya di Indonesia terhadap istilah kaya memang lebih berkonotasi negatif dibanding positif. Buktinya kalau kita mendengar setiap ceramah oleh ustad atau kiyai atau membaca buku-buku cerita, cerpen serta novel, atau tayangan-tayangan tv, Kaya akan selalu identik dengan sifat-sifat yang keji, pelit, kikir, rakus, dan tukang menumpuk harta.
Jarang ada cerita orang kaya yang digambarkan dermawan, baik hati, dan taat kepada Allah.
Kaya identik dengan harta benda. Kita tidak boleh munafik bahwa kekayaan sering diartikan sebagai banyak harta.  Namun di dalam ajaran Islam kaya harta saja tidak cukup. Orang kaya harus disertai dengan sifat-sifat baik, seperti bijaksana, murah hati, dan taat pada Allah. Orang juga tidak bisa hanya kaya harta atau hati tetapi juga ilmu. Orang kaya seperti itulah yang selalu disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits. Allah mencela kepada orang yang hanya gemar menumpuk harta, tanpa memelihara hatinya. Untuk mendapatkan keduanya, orang itu wajib menimba ilmu yang benar.

Hingga kini gambaran negatif terhadap orang kaya begitu melekat di kebanyakan benak umat Islam. Mereka ragu dan takut untuk menjadi orang kaya. Kalaupun mereka mempunyai harta banyak akan disembunyikan karena takut di cap sebagai orang kaya. Efeknya, pandangan negatif itu pun menerpa umat lain yang kaya. Jangan heran jika di berbagai pelosok daerah melihat orang pemeluk agama non-Islam yang kaya akan dibenci oleh penduduk di sekitarnya. Bahkan orang Islam yang kaya pun mendapat pandangan negatif dari warga di daerah itu.  Bila ada orang Islam kaya melakukan perbuatan salah maka masyarakat akan mengecapnya negatif dengan sebutan seperti, kikir, rakus, atau si penumpuk harta.

Sudah saatnya paradigma keliru semacam ini dihapus dari pikiran umat Islam. Allah swt. dan Rasulullah saw. selalu menyerukan pada umat Islam agar berfikir positif (husnudzhon). Lalu mengapa kita berfikir negatif pada orang kaya. Secara tidak sadar, umat islam di Indonesia sudah melabrak norma agamanya sendiri. Padahal umat Islam di negeri lain misalnya, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Arab Saudi relatif kaya raya. Paling tidak, mereka lebih sejahtera dibanding umat Islam Indosia. Mereka menganggap kekayaan sebagi aset positif untuk perkembangan umat. Maka umat Islam di Indonesia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu tetap sengsara seperti sekarang atau mau mengubah nasib untuk anak cucu kelak.

Paradigma yang keliru juga berlaku pada uang. Bahkan uang dianggap sebagai racun. Padahal, uang dalam pandangan Islam hanya sekedar alat tukar dalam perniagaan. Oleh karena itu kita sebaiknya lebih menghargai uang bukan menjadi gelap mata hanya karena benda yang satu ini. Pandangan positif atau negatif terhadap uang tergan tung orang yang memanfaatkannya dan mengelolanya. 
Kita mengakui bahwa uang diperlukan dalam kehidupan ini.  Untuk itu kita perlu memandang uang dari sisi positif bukan negatifnya. Paradigma keliru terhadap orang kaya dan uang harus segera diperbaiki mulai sekarang demi kemajuan Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya. 

4. Lebih Baik Kaya dari Pada Miskin
Apakah orang miskin boleh lupa kepada Allah? Tentu tidak. Demikian pula orang kaya tidak sepantasnya melupakan Allah dan Rasulullah. Kaya atau miskin adalah sebuah keadaan yang dapat dipilih oleh seseorang. Toh dari kedua kondisi tersebut, sama saja dihadapan Allah. Hal yang membedakan manusia adalah ketakwaannya. OLeh karena itu lebih baik taat kepada Allah dalam keadaan kaya dibanding miskin.

Saat ini masih banyak orang yang mengatakan bahwa Allah melarang hambaNya menumpuk harta. Pertanyaanya adalah menumpuk harta seperti apa? . Apakah salah kalau kita menumpuk harta untuk dimanfaatkan di jalan Allah?  Hal yang keliru adalah menumpuk harta untuk kepentingan sendiri. Jangankan menumpuk harta, Allah melarang segala hal yang melampau batas. Ilmu inilah yang harus kita pahami. sehingga kita tidak melampaui batas dalam semua hal termasuk harta benda.

Allah dan Rasulullah khawatir terhadap kondisi umat Islam yang miskin. Pasalnya pada kondisi miskin memaksa orang untuk sengaja melupakan Allah. Kondisi miskin sangat menyiksa sehingga sering timbul prasangka buruk (zhuuzzon) terhadap Allah . Mereka akan mengatakan  Ya Allah kenapa engkau jadikan aku seperti ini? sedangkan orang lain tidak miskin sepeti aku?  Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah saw : "Kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran" (HR At-ThabranI)
Jadi Apakah ada ayat dan hadits yang melarang umat Islam menjadi kaya?  Jawabannya tidak ada. Kecuali larangan untuk bermegah-megahan dan menumpuk harta hanya untuk diri sendiri.
Kaya atau miskin sangat mungkin orang terlalu mencintai dunia. Oleh karena itu Allah mengingatkannya, jadilah orang kaya yang berkecukupan dalam hal ilmu, harta dan hati, dengan niat agar bisa semakin banyak memberi kepada orang lain khususnya orang miskin.
Ia bisa memberi nasehat, memberi ilmu, dan memberi sebahagian hartanya kepada yang berhak menerimanya. 

Allah juga melarang hambaNya beribadah tanpa menguasai ilmunya. Demikian hal nya dalam mengejar harta, mencari ilmu, dan memupuk hati, kita harus menguasai ilmunya agar tidak tersesat. Jadikan semua unsur kehidupan ini sebagai ibadah yang dilandasi dengan Ilmu yang benar.


Sabtu, 07 Januari 2017

Pembungkusan KRIBO (Kripik Seribu) Bersama Anak Magang (PBS STAIN Pamekasan)


Kami mendapatkan tamu kehormatan dari prodi PBS melakukan praktik wirausaha ke komunitas kami (KOPAS) (2/11). mulai dari pembuatan sampai penjualan mereka ikut andil dalam komunitas kami,

Kaderisasi Kopas Pamekasan di Islamic Centre Pamekasan

Kaderisasi KOPAS (Komunitas Peduli Antar Sesama) STAIN Pamekasan, diadakan di Islamic Centre Pamekasan Lantai II, pada tanggal 21-23 Oktober 2016 kemarin.
Ini merupakan bentuk penanaman nilai kepedulian kami terhadap adek-adek angkatan mahasiswa menuju mahasiswa yang peduli sesama, tidak hanya berteori namun harus beraksi.

Jumat, 07 Oktober 2016

Mengapa baksos menjadi program kami?





            Baksos merupakan bentuk aksi dari salah satu visi kami, yaitu "Peduli Sesama". Dengan adanya baksos mahasiswa tidak hanya berteori dalam kelas, tidak hanya sibuk mencari refrensi demi tugas kuliah, namun sebuah bentuk implementasi atau bentuk konkret dari sebuah teori "sebaik-baik manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi orang lain". Karena pendidikan tidak hanya bergelut dalam bidang Kognitif saja tapi harus dibuktikan dalam bentuk Psikomotor yaitu pengaplikasian dari sebuah teori.
            Dengan adanya baksos mahasiswa tidak hanya suka demo, suka bakar ban dimana-mana tapi membuktikan kepada masyarakat bahwa mahasiswa tidak semuanya seperti itu, memberikan bukti bahwa mahasiswa agen perubahan (agent of change), berusaha membantu kaum yang lemah dari ekonomi dan memberikan mutivasi kepada mereka agar mereka memiliki harapan baru untuk bangkit dari keterpurukan, tidak pasrah kepada keadaan, tidak putus asa akan rahmat Allah swt        kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan ke benak mahasiswa  , karena hakikatnya mahasiswa dari masyarakat untuk masyarakat, dengan ditanamkan rasa peduli terhadap sesama secara tidak langsung mendidik mahasiswa untuk tanggap terhadap lingkungan sekitarnya untuk bisa membuat perubahan terhadap lingkungan sekitarnya, Dari sanalah kami bertekat untuk menghidupkan program ini di tengah-tengah kampus STAIN Pamekasan tercinta ini agar terciptanya mahasiswa pembuat perubahan menuju arah yang lebih baik.

Diamkah kita melihat saudara kita yang seperti ini?




Minggu, 02 Oktober 2016